Berita

TINGKATKAN KUALITAS SDM USAHA MIKRO, KADIN KOTA BANDUNG BERSAMA DINAS KUMKM KOTA BANDUNG GELAR WORKSHOP BUSINESS PLAN

STRATEGI PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK MENJADI FAKTOR UTAMA DALAM BUSINESS PLAN USAHA MIKRO

17 Desember 2021

Acara Workshop dibuka oleh Ketua Kadin Kota Bandung, Ir. Iwa Gartiwa, MM. didampingi oleh Nuri Nuraeni, SE. Kasie Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas KUKM Kota Bandung dan narasumber Bambang Tris Bintoro

KADINBANDUNG.COM – Pada rangkaian ke-4 “Workshop Business Plan Bagi Pelaku Usaha Mikro di Kota Bandung” kerjasama Kadin Kota Bandung dengan Dinas KUMKM Kota Bandung yang dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Desember 2021 di Aula Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas No. 1 Kota Bandung, kali ini diikuti oleh 30 peserta pelaku usaha mikro di Kota Bandung, dengan narasumber Bambang Tris Bintoro dan Bhakti Desta Alamsyah dari Kadin Kota Bandung.

Acara Workshop dibuka oleh Ketua Kadin Kota Bandung, Ir. Iwa Gartiwa, MM. didampingi oleh Nuri Nuraeni, SE. Kasie Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas KUKM Kota Bandung dan Nining Daningsih, Kasie Pengembangan Usaha Dinas KUKM Kota Bandung serta Ridwan Kurniawan, Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung.

Aula Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas No. 1 Kota Bandung, diikuti oleh 30 peserta

Workshop ini bertujuan untuk menambah wawasan dan meningkatkan SDM pelaku usaha mikro yang hendak memulai bisnis ataupun membuka bisnis baru agar mempunyai arah yang jelas dan tepat dan perkembangan yang baik dari usaha yang dibangun.

Dalam sambutannya Iwa Gartiwa menuturkan bahwa didalam usaha yang menjadi model dalam bisnis, yaitu perencanaan. Business Planning adalah salah satu yang utama jika ingin memulai usaha. Ketua KADIN Kota Bandung ini juga mengatakan bahwa pada saat pelatihan atau apapun, yang namanya bisnis harus terus diikuti karena akan selalu ada hal-hal yang baru, Ia juga menyarankan untuk banyak membaca buku-buku bisnis untuk pengembangan diri yang luar biasa dan kesuksesan berfikir.  “Salah satu kunci usaha yang sukses adalah harus optimis, harus mempunyai mindset bahwa kita akan sukses, dan mempunyai networking yang luas” ujar Iwa Gartiwa.  Iwa juga menambahkan bahwa agar mempunyai networking yang luas harus humble dan mau menerima kritik.

Selanjutnya Iwa Gartiwa mengatakan bahwa KADIN Kota Bandung dan Dinas KUKM Kota Bandung sering mengadakan pelatihan mengenai packaging dan sebagainya, untuk mendukung perkembangan UMKM di Kota Bandung. Jadi Iwa menghimbau kepada para pelaku usaha untuk membuat inovasi dan kreatifitas dalam menjalankan usahanya.   Tidak lupa juga Iwa mengingatkan agar UMKM untuk mau belajar terus, jangan lelah mendengarkan dan membaca kunci-kunci sukses, serta harus yakin karena salah satu kunci sukses itu dari keyakinan kita untuk berkembang dan maju. Terakhir Iwa Gartiwa  mennyampaikan bahwa KADIN dan Dinas KUKM memiliki kewajiban memfasilitasi para pelaku usaha atau pengusaha.

Senada dengan itu, Nuri Nuraeni, SE. Kasie Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas KUKM Kota Bandung, dalam sambutannya mengatakan bahwa jika  mempunyai suatu usaha harus mempunyai manajemen bisnis yang bagus, baik dan benar. transaksi dan semua yang berkaitan dengan pengelolaan usahanya harus ada manajemenya. Jika usahanya sudah bagus, perizinannya sudah lengkap kalau tidak di barengi dengan manajemen yang bagus akan percuma. Karena rata-rata UMKM tidak mempunyai laporan keuangan,

Nuri Nueraeni juga mengatakan kepada para pelaku usaha harus mempunyai Business Plan dan membuat laporan keuangan agar bisnisnya terencana dan keuangannya jelas.   Menurut Nuri Pemerintah Kota Bandung selalu mengadakan pameran-pameran untuk mendukung UMKM, serta Dinas KUKM dan KADIN Kota Bandung juga sering mengadakan diklat-diklat dan pelatihan tentang Kewirausahaan. Untuk itu, Ia mengatakan kepada pelaku usaha harus mau belajar (melaui online atau offline) dan jangan pernah puas untuk belajar.

Kasie Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas KUKM Kota Bandung ini lebih lanjut  mengatakan kepada para pelaku usaha harus membuat suatu produk yang inovasi supaya menarik perhatian pelanggan dan mereka dituntut wajib melakukan pemasaran secara online, masuk market place dan mengikuti perkembangan eranya seperti apa, karena sekarang semuanya sudah serba online. Para pelaku usaha harus konsisten dan focus dalam usahanya didukung oleh pemerintah yang memfasilitasi gratis dari mulai dana hibah, sertifikasi halal, sarana pra sarana dan sebagainya, tinggal kemauan dan usaha dari para pelaku usahanya saja.

“Kewajiban kami (Kadin dan Dinas KUKM)  untuk terus memberdayakan UMKM” ujar Nuri Nueraeni. Ia juga mengatakan bahwa Dinas KUKM mempunyai galeri UMKM yang disebut Salapak, terdiri dari UMKM-UMKM unggulan yang dikelola oleh koperasi.  Untuk UKM yang ingin  mendaftar ke Salapak gratis tidak dipungut biaya apapun, syaratnya harus menjadi anggota koperasi. Yang paling penting untuk para pelaku usaha harus mempunyai NIB, yang lainnya mengikuti. Terakhir Nuri Nueraeni juga mengingatkan kembali bahwa pada tahun 2022 mendatang akan ada pendampingan di setiap kecamatan bagi bagi para UMKM yang terdaftar di Dinas KUKM bandung dan bisa mendaftar di sirkuit.bandung.go.id.

Pembahasan mengenai Business Plan oleh Bambang Tris Bintoro sebagai narasumber menjelaskan pentingnya business plan dalam melakukan usaha, Ia menjelaskan bahwa didalam Business Plan yang paling utama adalah Pemasaran, karena mau sehebat apapun produk, jika tidak bisa memasarkannya akan sulit. Dijelaskan juga bagaimana pentingnya Strategi pemasaran di dalam business plan itu sendiri. Strategi pemasaran yang dipakai yaitu 7P, diantaranya : Price (Harga), Product (Produk), Place (Tempat), Promotion (Promosi), People (Orang), Physical Evidence (Bukti Fisik),Process (proses) dan menambahkan 3P, yang diantaranya : Pelanggan, Pesaing, Perubahan.

Bambang Tris Bintoro juga menjelaskan bahwa perubahan dunia bisnis saat ini sangat cepat dibarengi dengan digitalisasi, dan persaingan bisnis juga semakin cepat bahkan saat ini UKM berdampingan dengan perusahaan besar adalah suatu yang menarik dan sangat di dukung untuk perkembangan perekonomian dan UMKM. ”Sekarang sudah bukan zamannya menciptakan pasar, sekarang zamannya kita merebut pasar” ujar Bambang Tris Bintoro,

“Saat ini Indonesia sudah memasuki dunia usaha digital jadi mau tidak mau harus memahami mengenai teknologi.  Agar bisa mengikuti tren pasar dan mengenal teknologi, Bambang Tris Bintoro menyarankan kepada pelaku usaha yang kurang paham teknologi lebih baik jika berkolaborasi dengan anak muda/milenial. Disamping itu juga dalam penyampaian materinya, Bambang Tris Bintoro memberikan beberapa studi kasus dan gambaran pendapatan dari UMKM. Terakhir, Ia juga menegaskan bahwa dalam melakukan suatu usaha, target dan segmen pasar harus tepat.

Selanjutnya dalam materi ”Pengembangan Produk (Product Development)” yang disampaikan oleh Bhakti Desta Alamsyah, sebagai narasumber, menjelaskan pentingnya mengembangkan suatu usaha, Ia menjelaskan bahwa setiap perusahaan wajib melakukan kolaborasi terkait ide, kreativitas, dan penemuannya untuk mengembangkan suatu produk agar bisa terus disukai oleh konsumen. Ia juga menjelaskan Tahapan Product Development yang harus dilakukan oleh pelaku usaha diantaranya : Penciptaan ide, Penyaringan ide, pengembangan dan pengujian konsep, pengembangan strategi pemasaran, Analisis bisnis, Pengembangan produk, Uji Pemasaran, dan Komersialisasi.

Peminpin Redaksi : Ridwan Kurniawan
Editor : Hendra Saogi
Penulis : Elin Windarti
Photografher : Intan Devriani Candrawulan
KADIN Kota Bandung