Berita

Seorang Pengusaha Harus Semangat dan Konsisten Dalam Usahanya

KADINBANDUNG.COM – Dalam gelaran ke-7 acara unggulan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung yang selalu dinantikan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yaitu Kamis Manis Ngobrol Bisnis. Kali ini mengangkat tema “Strategi Membangun Karakter untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)” berlangsung di Aula Lt.1 Graha Kadin Kota Bandung Jalan Talaga Bodas No. 31 Bandung, Kamis (10/12/2020).

Dengan menghadirkan narasumber, Jafung Widyaiswara Balatkop Dinas Koperasi & UMKM Provinsi Jawa Barat, Achmad Rosyad atau Kang Ahro, Wakil Ketua Bidang Koperasi, UMKM dan Kemitraan Kadin Kota Bandung, Bambang Tris Bintoro, Komite Tetap Waralaba dan Kemitraan Kadin Kota Bandung, Bhakti Desta Alamsyah dan Divisi Kredit Bank BJB, Gilang. 

Kamis Manis Ngobrol Bisnis

https://youtube.com/watch?v=9JFHEhq5Zk8%3Frel%3D0%26autoplay%3D1

Ketua Kadin Kota Bandung, Ir. Iwa Gartiwa, MM. dalam sambutannya mengajak semua yang hadir untuk tetap disiplin terhadap protokol kesehatan Covid-19 (Prokes). Tetap semangat dan konsisten dalam menjalankan usahanya.

“Selalu disiplin dengan Prokes Covid-19 dengan selalu memakai masker, rajin mencuci tangan memakai sabun, dan tidak berkerumun tetap menjaga jarak, serta peserta yang hadir dibatasi 30%. Seorang pengusaha itu harus semangat dan konsisten dalam menjalankan usahanya. Oleh karena itu, dalam berusaha jangan setengah-setengah, harus full, yakin terhadap usaha yang dimiliki, dan perlakukanlah usaha seperti bayi yang harus dipelihara,” ujar Iwa Gartiwa.

Menurut Iwa, seorang pengusaha juga harus bisa menciptakan pasar. 

“Terpenting lagi selain dituntut harus kreatif dan inovatif, sebagai pengusaha itu harus bisa menciptakan pasar. Kota Bandung ini nantinya bisa menjadi kota entrepreneur dan banyak pengusahanya,” tambahnya.

Ketua Kadin Kota Bandung, Iwa Gartiwa, Asep Ruslan, Kang Ahro dan Denny Rafidin (Foto: Asep Ruslan)

Jafung Widyaiswara Balatkop Dinas Koperasi & UMKM Provinsi Jawa Barat, Kang Ahro membahas tentang “Membangun Karakter UMKM Sikap Wirausaha Sehari-hari” .

“Ada 12 sikap yang diperlukan sebagai eorang pengusaha/pelaku UMKM, yaitu dia harus banyak ide, berani beda, pintar cari peluang, mau terus belajar, positive thinking, fokus, memiliki strategi usaha, komitmen, berpikir kreatif, mempunyai keberanian, dan mempunyai mimpi untuk sukses,” terangnya.

Wakil Ketua Bidang Koperasi , UMKM dan Kemitraan Kadin Kota Bandung, Bambang Tris Bintoro, yang menjadi narasumber kedua membawakan materi tentang “Strategi Bisnis”. Ide bisnis itu harus berbasis pasar, berdasarkan kebutuhan, dan keinginan pasar. 

“Mengapa penting dilakukan strategi bisnis? Karena sulitnya memperoleh dan memelihara pasar, setelah itu adanya peluang pasar, produk yang diproduksi juga harus spesifik, unik, dan berbeda dibanding dengan pesaing. Usahakan 40 persennya adalah inovasi,” ungkapnya.

Menurut Bintoro, produk boleh sama dan karya cipta boleh ditiru. Namun, yang membedakannya adalah konsep dan orang yang di belakangnya.

“Ada tujuh hal dalam market analisis, dimana seorang pengusaha harus menentukan wilayah pemasaran, siapa sasaran pembelinya, bagaimana permintaan dan penawaran pasarnya, sejauh mana peluang pasar yang ada,  berapa dan bagaimana rencana penjualannya, dan bagaimana pangsa pasarnya,” pungkasnya.

Komite Tetap Waralaba dan Kemitraan Kadin Kota Bandung, Bhakti Desta Alamsyah, menyajikan bahasan tentang “Design Kemasan Produk atau Packaging”. Dikatakannya, wirausahawan itu adalah orang Gila.

“Karena orang gila itu tidak kenal yang namanya resiko, maka jadilah pengusaha, tapi tidak sembarang usaha, pilihlah usaha yang menjadikan kita istimewa.  ‘Kegilaan’ itu diantaranya adalah dalam ide-ide membuat desain kemasan,” tutur Desta.

Bahwa goal dari suatu packaging, kata Bhakti,  sebenarnya adalah desain sebagai benda mati tapi dia bisa “bicara” tentang isi di dalamya (produk), bisa membuat orang berimajinasi, membayangkan, bisa  paham apa yang dimaksud oleh si pembuat produk, bukan hanya sekedar estetika saja.  

“Kita harus punya produk yang berbeda dan terbaik, bikin branding, cara menjual dan pelayanan juga harus terbaik.  Mengapa orang luar banyak yang berhasil? Apa yang membedakan kita dengan mereka? Mengapa mereka bisa sedangkan kita tidak?,” terangnya.

“Perbedaannya adalah dalam cara berpikir. Cara  berpikir kita harus seperti mereka. Mereka tidak cepat puas bahkan kecenderungan mereka tidak pernah puas,” tegasnya.

Sebagai pembicara terakhir dari Divisi Kredit Bank BJB, Gilang,   menyampaikan  program-program unggulan dari Bank BJB.

“Saat ini, di Bank BJB ada program pemberdayaan. Bagi yang punya komunitas bisa berkolaborasi untuk melakukan pelatihan, dalam acara Bincang Jumat Bisnis,” ujar Gilang.

KADIN Kota Bandung