Berita

PARA SINEAS KOTA BANDUNG AJAK KADIN KOTA BANDUNG BERKOLABORASI GELIATKAN KEMBALI DUNIA SINEAS DAN INDUSTRI KREATIF DI KOTA BANDUNG

AUDIENSI THE MASTER HOUSE DENGAN KADIN KOTA BANDUNG BAHAS RENCANA EVENT BANDUNG WOOD FESTIVAL – “SEMUA BANDUNG”

Wakil Ketua Bidang Pariwisata Kadin Kota Bandung, Herwianto Muchtar, MBA., Wakil Ketua Bidang UMKM, Koperasi dan Kemitraan, Bambang Tris Bintoro, Wakil Ketua Bidang Teknologi Informatika dan Komunikasi, Rio Zakaria, SH., MH., Wakil Ketua Bidang Transportasi, Pergudangan dan Logistik, Ir. Yati Lismiati, dan Drs. H. Rustam Hutabarat dan Bhakti Desta Alamsyah

KADINBANDUNG.COM – Kalangan sineas muda Bandung yang menamakan dirinya The Master House, diwakili oleh Fauzi dan Roof-4 menemui jajaran Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandung untuk beraudiensi mengenai rencana penyelenggaraan event tahunan bertajuk Bandung Wood di Kota Bandung dengan tema “Semua Bandung”. Kedatangan mereka diterima oleh Wakil Ketua Bidang Pariwisata Kadin Kota Bandung, Herwianto Muchtar, MBA., Wakil Ketua Bidang UMKM, Koperasi dan Kemitraan, Bambang Tris Bintoro, Wakil Ketua Bidang Teknologi Informatika dan Komunikasi, Rio Zakaria, SH., MH., Wakil Ketua Bidang Transportasi, Pergudangan dan Logistik, Ir. Yati Lismiati, dan Drs. H. Rustam Hutabarat dan Bhakti Desta Alamsyah, pada hari Senin (11/1/2022) yang berlangsung di Ruang Rapat Lt.2 Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas No. 31 Kota Bandung.


Disampaikan oleh sekretaris The Master House, Fauzi dalam pertemuan audiensi itu bahwa The Master House adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Media, Production House dan pendidikan, sebagai sebuah gerakan kolaborasi antara The Master House sendiri denga PH dan Bandung Film Commission. Dengan diadakannya Bandung Wood ini disamping eksistensi untuk festival film itu sendiri, juga ketika ini dibangun, harapannya semua industri kreatif juga ikut terbangun, ikut menggeliat, yang selama 2 tahun ini vacum akibat pandemi covid-19. Sekarang mulai bangun lagi meskipun dengan aturan protokol kesehatan, namun industri kreatif ini bangkit lagi, ujarnya.


Untuk promosi dan lain-lain , Fauzi mengatakan langkah awalnya sudah dimulai, kami sudah share di Instagran bfiaward, disitu ada ditayangkan tentang bagaimana tahapan-tahan dan persyaratan untuk mengikuti festival film ini dan nantinya akan langsung ngelike ke website bfiaward, jadi bisa diklik juga disana, terang Fauzi.


Kemudian Fauzi juga menyampaikan Bandung Wood ini tidak hanya sekarang saja, mungkin nanti di bulan ke 12 kita juga akan ada kegiatan-kegiatan seperti wokshop tentang tata cahaya, tata camera dan lain-lain seetia bulannya, dan itulah yang sudah kami bangun dan dimulai berhubungan baik dengan beberapa mentornya. Ini akan kita laksanakan pasca BFI Award. Dijelaskan juga oleh Fauzi bahwa peran pengawasan terhadap konten film dalam BSI Awar ini ada dibawah pengawasan Bandung Film Commission


Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua Herwianto Muchtar menyampaikan sambutan mewakili Ketua Kadin Kota Bandung, Ir. Iwa Gartiwa, MM. mengucapakan terima kasih atas kunjungan dari The Master ke Kadin Kota Bandung. Dikatakannya bahwa perfilman bagi dunia pariwisata sangat berpengaruh, sudah ada beberapa film dan sinetron yang bercerita tentang Kota Bandung seperti film Preman Pensiun, dan jujur kita menantikan film berikutnya yang bisa menampikkan pariwisata Kota Bandung. Apa yang disampaikan oleh The Master House dengan rencana mengadakan agenda tahunannya berupa festival Bandung Wood sangat kami apresiasi dan acara ini sangat keren, dan bisa dikolaborakan dengan Kadin Kota Bandung, karena di kita juga ada khusus Wakil Ketua Bidang dan Komite Tetap Perfilman, ujar Herwin.
Herwin juga meminta jika pihak The master house sudah membuat player untuk promosi Bandung Wood, bisa dishare melalui kontak Wahastapp kami, supaya Kadin Kota Bandung bisa membantu menyampaikan lagi ke anggota-anggota Kadin Kota Bandung terutama yang bergerak di industri kreatif. Masih banyak industri kreatif yang tumbuh di Kota Bandung. Lebih lanjut Herwin berujar , karena nanti festival film yang akan diadakan oleh The Master House ini filmnya dibuat oleh para sineas peserta Festival , saya juga menitipkan karena Kadin Kota Bandung juga banyak mitra binaan UMKM, kalau bisa disinergikan dengan UMKM, usaha mereka bisa dishooting dan menjadi bagian dalam filmnya nanti, bisa mempromosikan UMKM jadinya, tutur Herwin.
Selain itu Herwin juga menyampaikan Kadin Kota Bandung sangat terbuka bagi siapapun yang akan datang dan berdiskusi atau mengadakan pertemuan di Kadin, jika mau menggunakan tempat di Kadin kita ada aula, ruang rapat , silahkan kita terbuka., ujarnya.
Menimpali lebih lanjut, Bambang Tris Bintoro mengatakan bahwa di Kota Bandung ini ada bonus demografi kaum milenial yang luar biasa banyak, kemudian juga ditambah kreativitasnya juga luar biasa. Harapan saya ini ide ini bisa ditawarkan kepada anak-anak muda, terutama mereka yang aktif di industri kreatif untuk membuat sebuah konten atau sebuah film pendek yang ceritanya adalah sebuah inovasi bisnis yang berkaitan dengan industri kreatif, saya rasa akan sangat menarik. Karena kalau kita bicara inovasi artinya adanya perubahan yang memeberikan value added. Saya berharap bisa menjadi suatu tawaran terutama bagi wirausaha muda yang ide-idenya sangat inovatif dan bisa menjawab tantangan kebutuhan dan keinginan pasar, sehingga ada manfaatnya ketika film tersebutkan ditayangkan dan diikutkan dalan festival film. Jadi bukan hanya film yang berkonten soul Bandung, tapi juga konten tentang dunia usaha pun menjanjikan, tegas Bintoro.
Lebih jauh Yati Lismiati menanggapi, menurutnya yang bisa disinergikan dengan Kadin adalah membantu menginformasikan kepada masyarakat, Kadin juga ada UMKM disamping itu kita bisa bantu menginformasikan ke temen-temen agency yang suka membuat film, diantaranya film pendidikan. Ini adalah sebuah ide bagus, dan nanti pemenang dari festival ini bisa membuat sebuah film dari uang hadiah yang diberikan oleh panitia festival Bandung Wood, ujarnya.
Sementara itu Rustam Hutabarat menambahkan pendapatnya terhadap sebuah film yang populer yaitu Film Preman Pensiun, didalam film tersebut digambarkan orang sunda yang menjadi copet. Menurut Rustam Hutatabarat seumur hidup bemu pernah ada sejarahnya orang sunda sebagi copet di Kota Bandung Konten filem tersebut diceritakan orang sunda yang berprofesi sebagai copet, ini aneh. Jangan sampai image hal-hal yang demikian (negatif) membuat pendidikan yang tidak elok, ini hanya suatu kritikan saja, tutur Rustam.
Menutup pertemuan tesebut Herwianto Muchtar menegaskan bahwa Kadin Kota Bandung siap membantu Bandung Wood, dan masukan-masukan tentang konten yang disampaikan oleh pengurus Kadin Kota Bandung mohon diperhatikan dan bisa dipertimbangkan, karena kita sedang menggaungkan dunia usaha, kewirausahaan dan industri kreatif, kemudian tentang karakter orang Sunda tersebut semoga tidak akan menjadi preseden yang buruk di masyarakat. Terakhir Herwin mengucapkan selamat atas acaranya, dan kapanpun silahkan kita siap berkoordinasi dan berkolaborasi. Apabila ada yang kurang bisa kita bicarakan di luar forum ini, ucap Herwin menutup acara audiensi ini.

KADIN Kota Bandung