Artikel

MENAKAR KESIAPAN WARGA KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN NAMA SENIMAN SEBAGAI NAMA JALAN

Bhakti Desta Alamsyah, seorang pengurus aktif dari Kadin Kota Bandung yang juga menjadi bagian dari Komite Tetap Kemitraan dan Waralaba, telah berperan penting dalam suatu acara diskusi berfokus (Focus Group Discussion/F GD) yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung. Acara ini diadakan pada tanggal 11 Agustus 2023, hari Jumat, di lokasi yang sangat strategis, yakni Ruang Executive Lounge, Gedung 2 Lantai 2, Kampus UNPAD, Dipatiukur.

Dalam kesempatan ini, Desta memegang tanggung jawab besar sebagai perwakilan dari Kadin Kota Bandung, yang juga mendapat kepercayaan untuk mewakili pandangan Ketua Kadin Kota Bandung, Iwa Gartiwa, dalam FGD yang sangat menarik dengan tema “Menakar Kesiapan Warga Kota Bandung dalam Penggunaan Nama Seniman Sebagai Nama Jalan.”

Dalam paparan ilmiahnya, Desta membawa masukan yang sangat bernilai. Ia dengan tegas menyampaikan pandangan bahwa Kota Bandung bukan sekadar kota biasa, melainkan sebuah pusat kreativitas yang unik. Melalui Kadin Kota Bandung, ia menekankan betapa pentingnya peran para seniman dalam proses pemberian warna dan makna kepada kota ini. Desta meyakini bahwa kehadiran seniman bukan hanya untuk ranah lokal, melainkan harus dikenal oleh dunia. Ia menekankan perlunya mengapresiasi peran seniman dalam memperkenalkan Bandung kepada dunia sebagai kota yang memiliki kualitas dan kreativitas seni yang luar biasa. Hal ini, menurutnya, bukan hanya mendukung perkembangan sektor seni, tetapi juga berdampak positif pada ekonomi dan dunia usaha.

Dalam pengembangan gagasannya, Desta memandang adanya Festival Kesenian dan Budaya dengan level internasional sebagai suatu faktor penting. Ia meyakini bahwa festival semacam ini memiliki potensi yang kuat untuk menarik perhatian wisatawan mancanegara, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi besar pada penguatan posisi Kota Bandung sebagai pusat kebudayaan di wilayah Asia Afrika. Dalam pandangannya, langkah ini juga memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan usaha di kota tersebut.

Pada aspek penamaan jalan dengan menggunakan nama seniman, Desta secara tegas menyatakan dukungannya. Baginya, seniman tidak sekadar menciptakan karya seni, tetapi juga menjadi elemen sentral dalam identitas Kota Bandung. Dalam pandangannya, seniman adalah mitra pemerintah dan pengusaha, serta memiliki peran penting dalam pelestarian dan perkembangan kebudayaan kota. Dengan dukungan Kadin Kota Bandung terhadap kolaborasi antara seniman, Pemerintah Kota Bandung, dan anggota Kadin Kota Bandung, ia menunjukkan bahwa kerja sama ini memiliki nilai yang layak diapresiasi.

Dalam penutupnya, Desta menggambarkan harapan yang dipegang bersama. Ia bermimpi tentang sebuah kondisi di mana ekonomi berkembang secara berkelanjutan, dan masyarakat hidup dalam kebahagiaan. Ia menyatakan keyakinannya bahwa acara semacam FGD ini memiliki dampak yang positif bagi masyarakat, di mana mereka bisa dengan terbuka menikmati acara-acara semacam itu, merasakan kebahagiaan, sambil pada saat yang sama, ikut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Dalam pandangan Desta, seni, budaya, dan ekonomi merupakan elemen-elemen yang saling terhubung dan berdampingan, menciptakan harmoni yang berkontribusi pada pertumbuhan dan kesejahteraan komunitas

KADIN Kota Bandung