Berita

KADIN KOTA BANDUNG DORONG PELAKU USAHA MIKRO KOTA BANDUNG NAIK KELAS MELALUI WORKSHOP BUSINESS PLAN

KONSUMEN HARUS MENJADI TITIK FOKUS UTAMA DALAM SEBUAH BUSINESS PLAN

“Business Plan Bagi Pelaku Usaha Mikro” dibuka secara resmi oleh Ketua Kadin Kota Bandung , Ir. Iwa Gartiwa, MM. dengan kehadiran Kasie Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas KUKM Kota Bandung, Nuri Nuraeni, SE. dan Nining Daningsih, Kasie Pengembangan Usaha Dinas KUKM Kota Bandung serta Narasumber dari Kadin Kota Bandung, Bambang Tris Bintoro dan Bhakti Desta Alamsyah

20 Desember 2021


KADINBANDUNG.COM – Di sesi terakhir Workshop dengan tema “Business Plan Bagi Pelaku Usaha Mikro” hasil kerjasama antara Kadin Kota Bandung dengan Dinas KUKM Kota Bandung pada hari Senin, 20 Desember 2021, bertempat di Aula Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas No. 31 Kota Bandung, dibuka secara resmi oleh Ketua Kadin Kota Bandung , Ir. Iwa Gartiwa, MM. dengan kehadiran Kasie Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas KUKM Kota Bandung, Nuri Nuraeni, SE. dan Nining Daningsih, Kasie Pengembangan Usaha Dinas KUKM Kota Bandung serta Narasumber dari Kadin Kota Bandung, Bambang Tris Bintoro dan Bhakti Desta Alamsyah juga Direktur Eksekutif Kadin Kota Bandung, Ridwan Kurniawan, dan diikuti oleh 30 peserta pelaku usaha mikro di Kota Bandung. Selama kegitan berlangsung seluruh peserta , narasumber dan panitia pelaksana tetap mengedepankan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah selama masa pandemi Covid-19 ini untuk tetap memakai masker dan menjaga jarak.
Tujuan dari workshop Business Plan Bagi Pelaku Usaha mikro di Kota Bandung yang diadakan oleh Kadin Kota Bandung berkolaborasi dengan Dinas KUKM Kota Bandung ini adalah membantu pelaku usaha mikro agar tetap kreatif dan fokus pada tujuan yang telah ditetapkan saat awal ingin membuka sebuah bisnis, dan mempermudah usaha mikro untuk menjalankan usaha dengan mengetahui langkah-langkah praktis dalam menghadapi persaingan, membuat promosi, dan lainnya sehingga usaha akan lebih efektif dan menghasilkan keuntungan. Dengan menyusun Busnis plan ini juga diharapkanbisa digunakan oleh pelaku usaha mikro untuk mencari dana dari lembaga keuangan (perbankan) atau investor, sehingga dapat mengatur keuangan dan berhasil dalam bisnisnya.


Menurut Ketua Kadin Kota Bandung, Iwa Gartiwa pokok utama dalam usaha yaitu perencanaan. Sebagai pelaku usaha kita harus rajin-rajin cari ilmu dan berbagi ilmu karena itu adalah kewajiban kita. Business Plan adalah salah satu model untuk menjalankan bisnis
Dikatakan Iwa Gartiwa KADIN saat ini sedang giat-giatnya melakukan MoU dengan berbagai Perguruan Tinggi dalam Program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar untuk mengirimkan mahasiswa-mahasiswa dari perguruan tinggi magang ke UKM-UKM yang nantinya mahasiswa magang tersebut akan digaji 2,7 juta per bulan oleh Pemerintah , tuturnya. Untuk mendukung program tersebut Kadin Kota Bandung sendiri mengupayakan UKM akan mendapat ilmu dari perguruan tinggi melalui mahasiswa magang. Iwa Gartiwa juga menyampaikan Kadin Kota Bandung mempunyai Program SMK Sahabat UKM yang terus akan digalakan untuk nantinya membantu 200 UKM yang menerima magang siswa-siswa SMK. Bisa dikatakan saat ini masih banyak UKM yang dari mulai produksi, manajemen semua di kejakan sendiri. Diharapkan dengan terjunnya siswa-siswa SMK magang ke UKM, akan membantu UKM untuk lebih berkembang, misalnya dalam digital marketing, ucap Iwa lebih lanjut.


Kemudian Iwa mengatakan dalam menyusun business plan harus memiliki cita cita atau tujuan yang tinggi tapi harus realistis, disamping itu faktor ketulusan dan keikhlas , rasa optimis. conviden atau percaya diri merupakan hal yang penting dalam melakukan kegiatan usaha. “Kita harus yakin bahwa suatu saat usaha kita akan sukses dan kita harus bangga terhadapa produk sendiri”, ujar Iwa Gartiwa.


Ditambah Iwa, sebagai pengusaha harus terus cari ilmu dan memperluas networking. “Kita rasakan memang banyak rintangan karena Covid-19, tapi jangan patah semangat, harus terus berusaha dan belajar”, ujarnya.
Terakhir Iwa Gartiwa menyampikan packaging produk juga merupakan sesuatu yang penting, semua barang nilainya akan lebih meningkat jika packagingnya bagus. Kadin Kota Bandung dan Dinas KUKM Kota Bandung sudah sering mengadakan pelatihan-pelatihan untuk packaging, digital marketing, dan lainnya. “Semua akan difasilitasi oleh Kadin dan dinas KUKM”, demikian yang diungkapkan Iwa Gartiwa dalam sambutannya.
Sementara itu Kasie Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas KUKM Kota Bandung, Nuri Nueraeni, SE. dalam sambutannnya mengatakan Pelaku usaha harus mau belajar, apalagi untuk pemula, harus mempunyai Business Plan, bisnis harus terencana, bisnis harus ter-plan. Untuk itu Dinas KUKM dan KADIN Kota Bandung sering mengadakan bimtek-bimtek dan pelatihan tentang kewirausahaan

Selanjutnya Nuri mengatakan bahwa sebagai seorang pelaku usaha agar bisnisnya berkembang harus membuat sesuatu produk yang inovatif supaya menarik perhatian pelanggan. Yang terpenting lagi bagi pelaku usaha jangan lelah untuk belajar, terus belajar, karena semua sudah difasilitasi gratis oleh pemerintah dari mulai dana hibah, sertifikasi halal, pelatihan, dan lain-lain, tinggal kemauan dan usaha dari para pelaku usaha” jelas Nuraeni lagi.
Menghadapi situasi dan kondisi saat ini para pelaku usaha dituntut wajib melakukan pemasaran secara online, masuk market place dan mengikuti perkembangan eranya seperti apa, karena kedepannya akan serba online. Dinas KUKM sendiri selalu membina pelaku usaha sampai bisa. “Saya sangat banyak belajar dari UMKM, belajar sabar, adil, bijaksana untuk membina 60.000 lebih UMKM di Kota Bandung”, ujar Nuri.
Menurutnya sebagai pelaku usaha UMKM harus berkomunitas, jangan hanya satu komunitas, harus masuk ke beberapa komunitas usaha jika ingin usahanya maju. Link , jaringan atau relasi sangat perlu bagi pengusaha untuk berkolaborasi, bersinergi dalam usaha, dan perlu masuk program incubator bisnis yang diadakan oleh Dinas, Kadin, Perguruan Tinggi maupun Institusi-institusi lainnya.


Pemaparan materi I tentang Business Plan, Strategi Marketing yang disampaikan oleh Bambang berbicara mengenai Bagaimana kita merencanakan usaha, berapa lama, targetnya sebesar apa, apa yang harus dilakukan. Kemudian ketika UMKM akan membuat Proposal usaha, menurut Bintoro, harus memperhatikan aspek-aspak seperti Aspek Latar Belakang, Aspek Pemasaran, Aspek Produksi, Aspek Organisasi dan Manajemen serta Aspek Keuangan.
Selanjutnya menurut Bintoro faktor Konsumen harus menjadi titik fokus utama karena konsumen selalu menuntut lebih, selalu ingin yang beda, selalu ingin sesuatu yang baru, selalu ingin sesuatu yang menarik. ujar Bintoro. “ Tugas utama kita sebagai pengusaha untuk memenuhi : Kebutuhan (Need) pelanggan, Keinginan (Want) pelanggan dan Harapan (expectation) pelanggan.

Dikatakan oleh Bintoro pula bahwa sebagai pelaku usaha kita harus peka dan siap terhadap segala Tantangan seperti menghadapi persaingan Pasar bebas, sebagai negara terpadat nomer 4, Pandemi Covid-19, melonjaknya tingkat pengangguran dan kondisi daya beli yang melemah.

Dalam Business Plan yang paling utama adalah pemasaran Pemasaran. Sehebat apapun produk anda jika tidak bisa memasarkannya akan bahaya. Kita harus bisa memetakan pasar, ujar Bintoro. Ketika berbicara tentang pasar, banyak sekali kita menghitung tentang : Permintaan pasar, Penawaran pasar,
Peluang pasar, Rencana penjualan dan Market size, ungkap Bintoro.

Selanjutnya disampaikan Bintoro dalam Strategi pemasaran dikenal dengan 7P, yaitu : Price (Harga), Product (Produk), Place (Tempat), Promotion (Promosi), People (Orang), Physical Evidence (Bukti Fisik) dan Process (Proses). Tambahan 3 P, diantaranya : Pelanggan, Pesaing dan Perubahan.

Perubahan Dunia Bisnis saat ini sangat cepat di barengi dengan digitalisasi, persaingan semakin cepat, persaingan bisnis (UKM yang berdampingan dengan perusahaan besar), ketika berbisnis produk apapun harus berbasis pasar. Indonesia sendiri sudah memasuki dunia usaha digital jadi mau ga mau coba memahami mengenai teknologi, agar bisa mengikuti tren pasar dan mengenal teknologi lebih baik bisa berkolabosa dengan anak muda milienial. Selain itu dalam melakukan suatu usaha Target dan segmen pasar harus tepat, ujar Bintoro.

Pada materi Pengembangan Produk (Poduct Development), Bhakti Desta Alamsyah memaparkan bahwa Product Development merupakan berbagai tahapan yang dilakukan untuk mengembangkan suatu produk dalam suatu konsep ataupun ide dengan market realease, dan lain-lain. Disampaikan oleh Desta, kenapa mengembangkan usaha itu penting? Setiap perusahaan wajib melakukan kolaborasi terkait ide, kreativitas, dan penemuannya untuk mengambangkan suatu produk agar bisa terus disukai. Setiap Ide itu harus kuat, Kreativitas harus selalu ada/muncul dan Penemuan sama dengan menemukan penemuan yang kreatif.

Dijelaskan Desta, Tahapan product development, yaitu : Penciptaan ide, dimana didalamnya menciptakan Produk harus unggulan, membuat kepercayaan orang dan harganya terjangkau. Setelahnya adalah Sistematika product development yaitu Value for money, Pilihan variasi (varied options), Pelayanan yang terbaik (great customer service). Selanjutnya Penyaringan ide melalui Survey untuk mengurangi biaya pembuatan produk, kemudianmelakukan Riset untuk meminimalisir risiko gagal dan Investasi, dalam investasi ini harus memilih ide produk yang sempurna, ujar Desta

Dalam Pengembangan dan pengujian konsep menurut Desta dilakukan untuk pengembangan ide yang sudah diseleksi agar bisa diproses lebih lanjut. Dalam product development harus dibuat beberapa alternatif lain yang bisa disesuaikan dengan keperluan pasar yang dinilai paling menarik. Sedangkan Pengujian konsep merupakan konsep baru yang sudah dikembangkan wajib diuji lebih lanjut, contoh : form survey, dan berbagai konsep ini bisa disajikan dalam beragam bentuk. Untuk berbagai jenis produk tertentu, bisa disajikan dalam suatu gambar ataupun deskripsi kata, contoh : info grafis, setelah konsep tersebut bisa dijelaskan secara detail kepada target pelanggan, terang Desta
Lebih lanjut Desta memaparkan tentang pengembangan strategi pemasaran, yaitu awareness mengenalkan produk baru ke pasar konsumen (dikenalkan dulu), keludian acquisition , menarik pelanggan hingga produk tersebut diterima , dan terakhir activation, melakukan kegiatan promosi untuk perkembangannya (bikin kegiatan promosinya apa)

Dikatakan Desta sebagai pelaku ussaha harus melakukan Analis bisnis, apakah bisnis kita sudah untung? Dalam tahapan ini, nantinya diperlukan peninjauan ulang terkait proyeksi penjualan, biaya dan juga keuntungan penjualan dari produk tersebut, tujuannya adalah agar bisa mengetahui seluruh factor tersebut mampu memenuhi tujuan utama perusahaan . Selanjutnta Pengembangan produk, bisa dalam bentuk Rangkaian kata, Video animasi, Gambar, artaupun Prototype produk.

Selanjutnya menurut Desta adalah melakukan Uji pemasaran, lakukan uji pemasaran pada pasar yang sesungguhnya, namun dalam skala kecil saja. Tahap berikutnya adalah Komersialisasi. Jika manajemen perusahaan sudah yakin ingin meluncurkan produk baru, maka pihak perusahaan pihak harus mempersiapkan produksi dalam kapasitas yang lebih besar, dan persiapan untuk kegiatan peluncuran produk, ujar Desta

 

KADIN Kota Bandung